NGV6NWVbMWV9MGJbMWV8NWp7M7csynIkynwdxn1c
Pengalaman di Kota Gaplek

Pengalaman di Kota Gaplek

Tak terasa hampir empat tahun lamanya aku berada di Ma`had Aly Ar-Rasyid ini. Menyenangkan memang, karena aku merasakan banyak sekali pengalaman dan pelajaran setiap harinya yang kualami selama di sini dan tentunya bisa menjadi bekal di masa depan nanti.

Awal aku mulai memasuki Ma`had ini pada awal tahun ajaran 2018. Aku mengetahuinya dari situs website yang hanya mampir sebagai iklan di sebuah situs lain yang kubuka. Ibuku mengetahuinya karena beliau menginginkan aku untuk melanjutkan studi ke jenjang S1. Aku tak menyangka bahwa Ma`had itu juga menyediakan sekolah menengah pertama dalam satu tempat. Karena ibuku juga berniat untuk menyekolahkan adikku yang ingin memasuki jenjang tersebut di dalam sebuah Ma`had juga.


Allah mengabulkan doa ibu, akhirnya aku dan adikku mendaftarkan di Ma`had tersebut dengan lancar. Segala kemudahan selalu menyertaiku dan keluargaku dalam meuntut ilmu. Sempat aku tak ingin melanjutkan studi ini, karena aku menginginkan untuk kerja saja tapi karena keinginan dan semangat Ibuku-lah akhirnya aku melanjutkan studi sampai saat ini.

Sampai pada akhirnya aku sudah diterima dan belajar di Ma`had ini. Ma`had Aly Ar-Rasyid Putri Wonogiri yang berada pada tengah-tengah pemukiman kampung. Ma`had ini dibangun pada tanggal 16 Juli 2017 yang kini sudah berumur 4 tahun lamanya. Ya, aku dan teman-temanku-lah yang menjadi angkatan pertama dalam sejarah Ma`had Aly Ar-Rasyid ini. Pertama kalinya juga aku merasakan siswa angkatan pertama yang sudah kutebak akan ada banyak hal yang baru untuk kualami.

Pada awalnya Ma`had ini hanya berisikan 6 asatidzah dan 20 Mahasantriwati. Dan seiring berjalannya waktu kami pun mengalami pengurangan, sebab banyak diantara kami yang ingin keluar mungkin mereka punya tujuan lain. Kini akhirnya kami menjadi 12 orang yang menetap dan masih melanjutkan perjalan di Ma`had ini.

Susah senang sudah kualami sejak awal. Seperti pada umumnya aku dan teman-temanku menjalankan MOS dan kegiatan lain sebelum memasuki pembelajaran. Seperti membuat nama organisasi, menyusun organisasi, membuat logo dan hal lainnya yang harus disusun dalam organisasi baru.

Hingga masuk pada waktunya pembelajaran dimulai. Aku tidak menyadari bahwa jurusan studiku ini Bahasa Arab dan Ilmu Syar`i, sentak aku kaget dengan berbagai macam pelajaran-pelajaran yang akan di pelajari kedepannya. Ternyata banyak sekali pelajaran yang sangat belum ku ketahui tentang Bahasa Arab, maklum karena aku sebelumnya dari SMK yang tidak terlalu mengetahui banyak pelajaran Bahasa Arab tentunya dan Ilmu Agama. Sempat aku mempelajarinya sedikit tentang Bahasa Arab dan Ilmu Syar`i tapi hanya pelajaran dasarnya saja pada waktu aku SMK di sebuah pondok yang berada di Gunungkidul.

Hari efektif pun di mulai, diawali aktivitas dengan bangun tahajud lalu sholat subuh berjama`ah. Setelah solat subuh aku dan yang lainya pun mengaji Al-Qur`an yang biasa kami sebut dengan halaqqoh pagi untuk menyetorkan hafalan baru, setelah pukul 06.00 aku dan yang lainya pun melanjutkan aktivitas seperti piket, mandi dan sarapan sampai pada pukul 07.30 aku berangkat ke kelas. Pelajaran di mulai pada pukul 07.40 sampai 11.40.

Di waktu inilah aku mendapatkan ilmu-ilmu baru yang sebelumnya belum pernah ku pelajari. Pelajaran Bahasa Arab ini banyak sekali cabang-cabangnya. Buku-buku baru-pun semua bertuliskan Arab yang entah bagaimana cara membacanya yang benar karena yang kutau jika salah dalam pengucapan maka akan berpengaruh pada arti kata itu. Sempat aku bingung dengan semuanya tapi itulah pemula, yang terkadang menyerah sebelum memulai serta kurangnya motivasi dari orang terdekat. Alhamdulillah setelah aku mencobanya aku mulai mengerti tentang bahasa arab setidaknya aku bisa walau tidak sebanding dengan mereka.

Tepat pada pukul 11.40 kegiatan belajar mengajar pun berakhir. Tidak lama adzan berkumandang menandakan waktu solat dzuhur. Aku dan yang lainnya melaksanakan solat dzuhur bejama`ah di mushola. Setelah solat dzuhur waktunya untuk menghafal hadis dan menyetorkannya kepada ustadz pengampu hafalan hadis dan ketika sudah menyetorkan hafalan hadis bisa dilanjut dengan aktivitas lainnya seperti makan, mencuci dan tidur siang sampai pada waktunya adzan solat ashar disambung dengan halaqqoh sore menyetorkan hafalan yang lalu yang biasa disebut dengan muraja`ah sampai pada pukul 16.15 aku dan yang lainnya melanjutkan aktifitas piket sore, mandi dan makan sore.

Sampai menjelang adzan magrib aku dan teman-teman ku bergegas ke masjid untuk melasanakan solat magrib berjama`ah. Setelah itu dilanjut dengan kajian ustadz mengisi materi tentang agama sampai waktunya adzan solat isya` dan solat berjama`ah. Ketika setelah solat isya` kami masuk ke jadwal selanjutnya yaitu menambah mufradat atau kosa-kata bahasa arab. Kami pun mencatat, menghafal dan menyetorkannya.

Setelah selesai waktunya untuk belajar malam sampai pada pukul 21.30. Setelah itu adalah waktu persiapan tidur. Ada yang masih melanjutkan belajarnya, ada juga yang bersantai, ada juga yang melanjutkan untuk menghafal dan ada yang melanjutkan untuk langsung tidur. Jika kalian bertanya apa yang aku lakukan setelah belajar malam aku akan memilih untuk tidur. Karena menurutku jadwal tidak terlalu padat jika menghafal pada waktu malam aku lebih suka menghafal setelah solat tahajud, karena di waktu itulah aku merasakan hafalan begitu cepat dan mudah di ingat, rasa dan suasananya pun berbeda ketimbang aku begadang.

Begitulah hari demi hari kulalui sampai tak terasa tiga tahun masa pembelajaran ini pun akan berakhir dan dilanjutkan dengan tahun ke empat yaitu masa pengabdian. Masa-masa inilah kita mengabdikan diri pada Ma`had, mengamalkan ilmu yang kita dapat dan menjalankannya tanpa penat. Bagiku masa ini tak begitu buruk dan tidak sia-sia. Malah dimasa inilah kita mendapatkan hal dan pelajaran baru sebelum terjun ke masyarakat. Oleh karena itu pentingnya membangun kepedulian tinggi dalam diri masing-masing untuk mewujudkannya.

Mungkin berat rasanya karena terlalu overthinking dengan pemikiran yang ada di kepala teman-teman saat menerka kondisi-kondisi yang nanti akan dihadapi ketika mengabdi di suatu tempat, yang mana aku dan teman-teman seangkatanku akan di bagi penempatan dan tanggung jawab. Aku tak terlalu memikirkan dimana aku harus di tempatkan. Karena yang aku dapatkan nanti adalah pengalaman.

Ketika penempatan dan tanggung jawab telah di umumkan, kini aku di tempatkan di bagian KMI Putri atau setara dengan SMP di Pondok Ar-Rasyid ini dan bertanggung jawab sebagai musyrifah, pengajar dan pengampu tahfidz. Aku dan lima temanku juga di tempatkan di bagian yang sama denganku. Dan yang lainya ada yang di tempatkan di luar pondok dan ada juga yang di bagian Ma`had Aly.

Tentang perasaan yang kini aku tempati, aku sedikit merasakan senang dan tak merasa sangat sedih. Aku hanya memikirkan bagaimana cara menjadi pengajar yang siap menerangkan berbagai materi pembelajaran agar mereka paham apa yang aku sampaikan. Di sinilah titik bagaimana menjadi pengajar yang berkualitas. Kita harus memahami setiap murid yang bermacam-macam tingkat pemahamanya. Dan harus menampilkan berbagai macam model pembelajaran yang mampu di pahami oleh murid.

Ternyata menjadi pengajar tidak semudah itu. Jika memilih antara menjadi seorang pengajar atau murid aku akan memilih menjadi murid, sebab menjadi murid hanya perlu belajar, mendengarkan dan memahami materi. Jika menjadi pengajar kita harus bisa menyiapkan materi, memahami isi materi dan menerangkan agar dapat dipahami. Tetapi ketika kesulitan ada maka kemudahan akan datang. Intinya jangan terlalu dibebankan dan jalani semaksimal mungkin. Karena pilihan yang kita dapatkan sudah diukur dengan apa yang ada pada kemampuan kita.

Job yang ku dapatkan selain pengajar juga sebagai pengampu tahfidz. Adapun kegiatan ini seperti mengawas santri ketika hafalan, membenahi bacaan Al-Quran, menyimak hafalan santri ketika setoran dan membantu santri ketika mereka merasa susah dalam menghafal. Masing-masing dari kami mendapatkan anak-anak dari setiap kelasnya dan membuat halaqoh. Kegiatan ini dilakukan 4 kali dalam sehari, yaitu setelah solat subuh, setelah solat ashar, setelah solat magrib yang terkadang di selingi dengan kegiatan kajian pada hari tertentu dan setelah solat isya`. Kegiatan yang memakan waktu dalam sehari ini bertujuan agar santri dapat mencapai target hafalan yang telah di tentukan oleh pihak pondok.

Selain menjadi pengajar dan pengampu tahfidz, aku juga menjadi musrifah atau ibu asrama di KMI Putri ini. Di sinilah waktu dimana kita bisa berbaur dan bersama dengan santri. Santri yang berjumlah 41 orang dan 6 musyrifah ini saling menjalankan perannya. Sebagai musyrifah juga harus bisa memberikan waktu untuk mendengarkan keluh kesahnya, memberikan semangat dan motivasi dan juga memberikan contoh perilaku yang dipahami tanpa harus berbicara.

Seru kukatakan tanpa adanya paksaan. Sebab bersama merekalah aku juga dapat mengetahui berbagai macam sifat anak-anak di usia tersebut, mengontrol emosi setengah nurani dan juga mengetahui pemersalahan anak-anak dengan penyelesaiannya. Kegiatan lain sebagai musyrifah selain kegiatan mengontrol emosional yaitu kegiatan fisik terjadwal, seperti membangunkan santri, mengadakan apel rutin sekolah, mengawas piket, menyuruhnya untuk bergegas solat dan masih banyak lagi kegiatan yang harus membuat mereka bangkit melaksanakan kegiatan lainnya.

Dalam perjalanan ini senang rasanya dan aku juga bersyukur bisa mendapatkan teman yang sefrekuensi, bisa memberi teguran ketika aku salah yang dapat aku terima, dan tidak memihak siapapun walau aku salah. Terkadang memang ketika kita sedang menjalankan tugas, kita membutuhkan teman sebagai pengingat dan penyemangat. Saling memotivasi dan membantu agar pekerjaan lebih mudah. Semoga kebaikan temanku yang satu ini selalu di sertai keberkahan dan kebaikan dari Allah subhanahu wata`ala dalam setiap perjalannya.

Berbagai macam pengalaman, kisah dan pelajaran kini setelah hampir satu tahun yang tinggal menghitung hari, yang akan pada akhirnya aku harus berpisah dengan semua orang di sini, meninggalkan tempat yang selama ini memberi ku pelajaran dan hal baru sebagai pengalaman kehidupan. Tak ada kata selain kata terima kasihku yang semoga Allah subhanahu wata`ala akan membalasnya dengan banyak kebaikan dan keberkahan karena telah banyak sekali jasa yang tulus menyertai perjalan selama di sini.

Aku hanya bisa berdoa di masa-masa terkahir sebelum berpisah pada kehidupan masing-masing untuk teman-teman, Ustadz dan Ustadzah dan orang lain yang berada di belakang layar perjuangan ini semoga Allah subhanahu wata`ala selalu menyertai keberkahan dan mengiringi kita dalam keridhoan-Nya.

Aamin… Jangan memusingkan hal yang belum kau jalani!!!!

Penulis : Halimatuppatimah (Jum`at 10 Juni 2022)

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.
Kontak kami via WhatsApp