Kisah Aminatus Zuhriyah Bisa Kuliah Gratis Berkat Menghafal Qur'an

Daftar Isi

Tidak semua orang bisa menjadi seorang penghafal Al-Quran. Bagi umat muslim, seorang penghafal qur'an tentu akan dihormati karena keistimewaannya dapat mengingat hafalannya dan isi dalam kitab suci umat Islam tersebut.

Keistimewaan itulah yang begitu dirasakan Aminatus Zuhriyah; mahasantri Program Pendidikan Ilmu Syar'i dan Bahasa Arab ini mendapat banyak berkah dan kemudahan hidup berkat menghafal Al Quran.

"Alhamdulilah saya bisa kuliah gratis dengan beasiswa berkat Al-Quran", ujarnya....

Menariknya, Aminah mengaku jika menghafal Alquran justru diawali motivasinya untuk bisa melanjutkan pendidikan tinggi setelah lulus sekolah di Madrasah Aliyah Al-Fatah Wonogiri Jurug Pokoh Kidul, pada tahun 2022.

"Saya mau kuliah tapi orang tua tidak mampu membiayai sehingga harus mikir sendiri bagaimana caranya bisa kuliah. Singkat cerita, saya dapat informasi bahwa ternyata banyak perguruan tinggi yang membuka peluang jalur khusus untuk penghafal Qur'an", katanya.

Gadis asal Pekalongan ini kala lulus sekolah hanya mampu menghafalkan sekitar 20 juz Al-Quran. Untuk itu, di sisa waktu yang terbatas jelang pendaftaran calon mahasantri baru, dia berupaya mengulang hafalan Al-Quran hingga sampai memutqinkannya (memantapkan hafalan_red) dengan harapan bisa mendaftar kuliah lewat jalur hafalan.

Alhamdulilah, dalam waktu lumayan agak lama pada waktu kelas 2 Aliyah saya diikutkan lomba Hifzil Qur'an untuk pusat cabang Al-Fatah, Alhamdulillah, qodarullah saya mendapat peringkat ke-4 dari kategori 10 juz.

Di tahun 2021, pada saat kelas 3 Aliyah saya mengikuti acara Tasmi' Akbar kategori 10 juz, dan pada saat itulah ada juga yang mengikuti dengan rata-rata hafalan 5 juz. Alhamdulillah acara tersebut dlm waktu 1 minggu selesai, dan bersyukur alhamdulillah Allah memberi rizki terutama yang mengikuti acara tersebut, yakni dengan hadiah sebuah kerudung, sertifikat, dan alat tulis.

Sertifikat hafalan yang didapatkannya dari pondok pesantren Al-Fatah Pokoh Kidul pun disertakannya dalam dokumen pendaftarannya ke jalur Beasiswa Masuk Perguruan Tinggi Ma'had Aly Ar-Rasyid tahun akademik 2022-2023.

"Ketika daftar Ma'had Aly Ar-Rasyid itupun saya tidak ada bayangan bagaimana nantinya membiayai kuliah jika diterima. Yang penting daftar dulu dengan keyakinan hati menyertakan sertifikat hafalan tersebut", katanya.

Tekad kuat dara kelahiran Pekalongan, 30 April 2001 ini untuk bisa kuliah dan berkat doa serta keyakinan hatinya dengan berkah Al-Quran pun diijabah oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

"Awalnya saya dikabarkan lewat chat WhatsApp dari pihak Ma'had Aly Ar-Rasyid bahwa saya diterima dan termasuk sebagai penerima beasiswa (Utusan masjid). Saya kaget dan sempat ragu dan mengatakan saya tidak pernah mendaftar atau melamar di beasiswa itu. Namun setelah mendapat kabar tersebut saya langsung mengabarkan kpd orang tua bahwa saya keterima di Ma'had Aly Ar-Rasyid. Alhamdulilah sekarang kuliah gratis," tutur Aminah, mengungkapkan awal mula dia mendapatkan beasiswa.

Program beasiswa mahasantri Ma'had Aly Ar-Rasyid memang menjadi jawaban dari doa dan perjuangan Aminah, untuk bisa kuliah tanpa harus membebani kedua orang tuanya.

Berkah dan keistimewaan sebagai penghafal Al-Quran pun dirasakannya begitu nyata.

"Alhamdulilah dengan izin Allah Subhanahu wa Ta'ala salah satu keberkahan dari Al-Quran saya akhirnya bisa kuliah yang blm pernah saya bayangkan", ucapnya penuh syukur.

Sebelum mendapatkan beasiswa hingga kuliah di perguruan tinggi terbaik di Daerah Gunungan, Manyaran, Aminah mengaku sempat putus asa bisa mengenyam pendidikan tinggi. Bahkan, ayahnya yang sudah tiada sejak 7 bulan yang lalu dan sang ibu yang hanya bekerja buruh saja setiap hari untuk menafkahi 5 anaknya yang  msh sekolah, membebaskan dia untuk membuat pilihan setelah lulus sekolah.

"Saya dipersilahkan untuk berjuang sendiri karena orang tua tidak bisa menanggung biaya kuliah. Harapan saya tinggal satu, yakni menghafal Al-Quran 30 juz untuk daftar kuliah dan alhamdulilah semua doa dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala," kata anak ke-3 dari 9 bersaudara yang bernama Mujahidin.

Beasiswa yang diraih Aminah pun kini menjadi motivasi di keluarganya untuk bisa semangat dlm menghafalkan Al Quran. "Kini saudara-saudara saya ke bawah, alhamdulillah mereka semangat menghafal Qur'an dan saya berharap ingin keluarga ini menjadi keluarga penghafal Qur'an karena menjadi penghafal Qur'an itu bisa memberikan mahkota kemuliaan kepada kedua orang tuanya."

"Pada saat liburan sekolah, dengan waktu yang panjang saya memilih untuk mudik ke rumah, dan menghabiskan waktu bersama keluarga, terutama dengan adik-adik saya. Pada saat liburan tidak ada kata libur untuk semuanya termasuk membaca Alquran, saya mencoba mengetes dengan hafalan yang dimiliki oleh adik-adik saya. Begitupula sembari bermain game dengan metode hafalan, dan MasyaAllah hafalan mereka lebih kuat dari apa yang saya kira. Alhamdulillah beasiswa yang saya dapatkan berkat Al-Quran jadi motivasi semua keluarga," ujarnya.

Aminah juga menularkan ilmu hafalan.

Al-Quran di tempatnya ia belajar, dengan menyimak satu sama lain kepada teman-temannya. Dia membuat target sendiri bersama salah satu temennya dengan metode saling setor bersama, di waktu luar jam pelajaran, untuk menghafal Al-Quran sama seperti yang dilakukan di waktu ia belajar tahfidz di pondok sebelumnya.

Sederet prestasi juga sudah berhasil ditorehkan Aminah. Seperti lomba MTQ dr tingkat pondok, kemudian kecamatan, lalu kabupaten dan tingkat cabang al-Fatah berbagai daerah.

Kemudian dengan prestasi yang ia dapatkan selama ini mulai dr ia MI hingga Aliyah dan mengumpulkan berbagai prestasinya seperti piagam penghargaan, sertifikat hafalan, kemudian syahadah yang ia peroleh dengan perjuangan selama ini.

Sebelum menjadi penghafal Qur'an Aminah juga pernah mengikuti lomba di cabang Tilawah atau baca Al-Quran yang mulai digelutinya sejak tahun 2018 atau di usia 17 tahun saat duduk di MTs N Pekalongan, Wonokerto.

Kini Aminah punya keinginan untuk menjadi motivator Al-Quran. Kelak setelah dia lulus kuliah nanti, berbekal gelar Sarjana pendidikan al-hafidzoh dan kemahirannya menghafal Alquran, gadis berkulit sawo matang yang masa kecilnya dihabiskan di SDN Pesanggrahan Pekalongan ini, berharap bisa terus menularkan berkah dan keistimewaan Al-Quran kepada banyak orang.

Karena menurutnya, tidak ada penghafal Al-Quran di dunia ini yang gagal dalam hidupnya seperti hidup miskin, jadi pengemis dan sebagainya. Melainkan banyak contoh hafizh Quran yang sukses dan mendapat kemuliaan di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala.

خَيْرُ كُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

"Sebaik-baik kalian adalah yang membaca Al-Quran dan mengajarkannya."

Penulis:
Aminatus Zuhriyah

Posting Komentar